Jumat, 19 September 2014

A MONTH, A BOOK PROJECT



So, this is my project.

"Sebulan cuma satu buku, Na?"

I know you're gonna ask me about that. Sebenarnya ini jadi salah satu cara gue untuk membiasakan diri membaca lagi mengingat sejak masuk kuliah, kebiasaan membaca gue jadi berangsur-angsur menurun. Dengan jadwal kuliah yang padat dan tugas yang menumpuk, rasanya tiap kali bisa punya waktu luang untuk membaca itu udah istimewa sekali. *Yah, salahkan kampus gue!*

Selama tiga tahun being a college girl, gue emang masih bisa menyisihkan duit buat jajan buku. Tapi nggak tiap bulan bisa beli kayak waktu SMA juga. Belajar prihatin, Bos! Namanya juga anak kos. Tapi yang paling menyedihkan sebenarnya bukan karena gue nggak bebas jajan buku lagi, namun lebih karena waktu membaca gue juga ikut berkurang dengan disibukkannya gue sama kegiatan kuliah. *Sok sibuk lo, Na!*

The worst point is, meskipun gue masih bisa menyalurkan hasrat gue buat beli buku, tapi buku-buku yang gue beli kemudian cuma gue tumpuk aja gitu di kamar kos. Beberapa ada yang sempat gue baca sampe selesai. But mostly, gue cuma baca beberapa bab awal kemudian end up mangkrak gitu aja di pojokan kamar. *I know I'm that pathetic*

Menyadari bahwa perlahan-lahan gue mulai memurtadkan diri dari label book worm, akhirnya di tahun 2014 ini gue bikin projek buat diri gue pribadi untuk membiasakan diri membaca lagi. So far, gue bisa lakuin. Meski otak gue dijejelin sama bejibun tugas dan materi kuliah, at least I still have time to read. And you know, bisa kembali nemuin waktu senggang untuk membaca itu sesuatu sekali!

Kalo projek ini berhasil, tahun depan gue harus memaksa diri gue untuk membaca lebih banyak buku. Meskipun semester ini gue harus berhadapan sama skripsi *God, can I just skip it?*, gue berharap masih punya waktu luang untuk membaca. Itung-itung me-refresh otak dengan cara yang mudah dan murah... :)

Let's read, guys! Karena membaca itu keren!

Rabu, 10 September 2014

Mahasiswa Tingkat Tua

Well, akhirnya gue masuk semester tujuh juga. Rasanya waktu cepat banget berlalu. Padahal kayaknya baru kemarin gue dan teman-teman seangkatan ngerasain yang namanya OSPEK dengan tugas bejibun, dibentak-bentak senior sampe muncrat, berangkat pagi dan masih harus nyari barang ini itu sampe malam. Kampret! Tapi sekarang gue udah semester tujuh aja gitu lho. Udah jadi angkatan tua aja gitu lho. Dan harus siap-siap dibikin pusing sama perkara skripsi. Aaaaakk... Gue belum siap!

Bicara soal skripsi, gue aja masih bingung ntar mau ngajuin topik dan judul apa ke Dosen Pembimbing. Belum ada ide sama sekali. Gue beneran berharap cepat dapat wangsit biar cepet pula ngerjain skripsinya. Tapi... tentunya kita semua tau dong cepat-lambatnya penyusunan skripsi bukan cuma ditentukan oleh rajin-enggaknya kita. Tapi juga faktor dosen!

Misalkan kita udah rajin dan serius banget ngerjain skripsi sampe-sampe cuma ngedekem di kamar aja selama kurun waktu itu buat ngerjain skripsi, tapi si Dosen Pembimbing ini selalu punya seribu alasan untuk nggak menyetujui tulisan kita. Minta disantet gak sih itu dosen?! Kenapa selalu aja ada dosen yang doyan menghambat kelulusan mahasiswanya? Gue heran, apa jangan-jangan si dosen ini terlalu sayang sama mahasiswanya sehingga nggak mau kalo mahasiswanya pergi meninggalkan kampus? Padahal harusnya kalo emang sayang bantulah si mahasiswa biar cepat kelar kuliahnya, bukan malah menghambat. emangnya nggak bosen dirongrong terus sama mahasiswanya buat bimbingan tiap hari?

Gue sih berharap semoga gue dapat jatah dosen pembimbing yang nggak ribet dan memudahkan jalan gue untuk meraih gelar SE. Dan gue juga berharap saat sidang skripsi maupun kompre nanti dapat penguji yang nggak doyan nanya macem-macem dan nggak pelit nilai. Gue beneran udah bosen di kampus dan pengen cepet-cepet lulus. Jadi ya doakan aja ya segalanya berjalan lancar.



Untuk sekarang sih gue masih kudu nyelesaiin masa magang gue yang kurang sebulan dan nyusun laporannya. Maaakk.. Otak gue rasanya penuh banget. Laporan magang, belum lagi ujiannya, skripsi, dan masih ada 3 makul yang kudu gue jalanin pula. Great!


Tapi bukan K namanya kalo gini aja udah ngeper. Pokonya gue kudu semangat! Ya, semangat, K! Gue pasti bisa ngelewatin semuanya. Yah asal ga bikin gue pengin jambak-jambak rambut aja nantinya. Wish me luck ya, guys! ^^

Rabu, 27 Agustus 2014

Tentang Notasi

So, hari Minggu kemarin, tepatnya tanggal 24 Agustus, gue iseng jalan ke Gramedia Sudirman Jogja bareng salah seorang temen gue. Nah kebetulan di sana buku-buku dari Agromedia Group sedang ter-display dengan cantik dan unik. 




Ada promo pula kalo kita beli dua buku terbitan Gagasmedia, Bukune, atau Entermedia bakal dapat hadiah berupa goodiebag atau notebook superkece. Jadilah gue termotivasi untuk milih-milih buku dari ketiga penerbit itu, meski kemudian saat selesai bayar di kasir, gue gak dapat hadiah apa-apa. Ah, gue dikibulin! atau jangan-jangan si Mbak-mbak kasirnya yang lupa? Ini asli kampret! Padahal waktu itu budget gue beneran pas-pasan. Tapi ya sudahlah... gue gak pernah nyesel kalo harus ngebuang uang demi buku. Yeah, I'm totally a bookworm and a book hoarder! Hohoho...

Terus kemarin buku apa aja yang akhirnya gue beli? Ini dia penampakannya...


Dua-duanya sama-sama ijo ya? Of course itu gegara gue suka ijo. Eh, engga juga ding. Untuk Notasi sih emang udah jadi inceran pertama gue. Honestly, gue udah pernah baca buku ini dari kapan tau. Cuma ya waktu itu bacanya numpang di Gramedia. Dasar mental anak kos! Dan berhubung gue orangnya posesif dan seperti yang gue bilang tadi bahwa gue adalah seorang book hoarder, jadi kurang lengkap rasanya kalo gue belum memiliki buku yang pernah gue baca.

Notasi ini mengambil setting era '98 dan bertempat di Jogja. Seperti biasa, Morra Quatro selalu bisa menghadirkan sosok lelaki yang gak cuma menarik secara fisik, tapi juga otak. Tokoh sentral dari novel ini adalah Nalia, si Mahasiswi jurusan Kedokteran Gigi dan Giftan Mariano Alatas atau akrab disapa Nino, si Mahasiswa Teknik Elektro. Keduanya berasal dari kampus yang sama, UGM.

Pertemuan mereka bermula dari Nalia yang saat itu datang ke Fakultas Teknik untuk meminta bantuan publikasi atas event yang akan diselenggarakan oleh BEM fakultasnya pada anak Teknik Elektro yang saat itu sudah punya pemancar radio sendiri, Jawara FM namanya. Jawara FM ini kelak akan menjadi cikal bakal radio yang sekarang dikenal dengan nama Swaragama FM.

Persaingan antara Fakultas Kedokteran dan Teknik sudah terjadi sekian lama. Apalagi ditambah dengan dua orang dari masing-masing fakultas, Tengku dan Farel, mencalonkan diri menjadi Presiden BEM universitas. Namun meskipun begitu, ketegangan antarfakultas ini tidak menghalangi kedekatan Nalia dan Nino.

Novel ini bercerita tentang cinta yang tak sempat terucapkan yang dibumbui dengan peristiwa '98 yang saat itu bahkan hingga kini ramai diperbincangkan. Nino berjanji untuk mengajak Nalia mendaki hingga puncak merapi. Nanti... saat segalanya telah berakhir. Entah apa yang berakhir, Nalia tidak pernah tau. Karena hal yang terjadi kemudian adalah Nino menghilang. Meskipun si Pria Berotak Kiri ini masih memberi kabar kepada gadisnya melalui surat yang tanpa tercantum alamat di tiap amplopnya.

Hingga kemudian Nalia menyadari bahwa tidak mungkin dia akan terus-menerus menunggu Nino. Dan pada suatu ketika, Nalia dipertemukan dengan sosok lain, Faris, lelaki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Namun meski Faris telah mengisi hari-harinya, ternyata ingatan Nalia akan Nino belum luntur. Dia masih mampu mengingat tiap detail kejadian yang pernah dia lalui bersama Nino.

Meski diceritakan dengan alur maju-mundur, tapi novel ini masih nikmat untuk diikuti. Dan karena hal itu pula, novel ini masuk ke dalam buy list gue. Gue selalu suka sama tulisan Morra Quatro. Dia mampu mendeskripsikan secara detail mengenai hal-hal yang berkaitan dengan setting novelnya. Selain itu, tiap kali membaca buku karangan Mbak yang satu ini, kita gak cuma disuguhi oleh cerita romance. Hal-hal ilmiah yang berkaitan dengan bidang Sains selalu tersaji dan mampu dikemas secara menarik sehingga membuat gue yang anti sama pelajaran Fisika waktu jaman-jaman sekolah jadi kangen untuk mempelajari hal-hal itu. Pokoknya gak akan nyesel lah untuk baca novel dengan tebal 290 halaman ini. A must read!

Sabtu, 04 Januari 2014

Hello World!

Hey, I just made my own blog. Now I'm ready to share my world to y'all! ^^